09 Februari 2008

Partai Politik Masuk Kampus

Di kampusku tercinta, yaitu universitas brawijaya, ada gerakan 'politik praktis'. Para pelaku politik praktis ini (yang selanjutnya saya sebut sebagai agen parpol) menyusup ke dalam UKM-UKM, terutama UKM yang bersifat organisasi, untuk merekrut kader-kader baru. Salah satu parpol yang menyusupkan agennya kedalam kampus adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Seperti yang telah disebutkan diatas, partai ini menyusupkan agen (kalo tidak mau disebut jongos) mereka ke dalam organisasi, terutama lembaga dakwah di lingkungan kampus. Modus operandi mereka adalah sebagai berikut: Masing-masing agen parpol ini membentuk kelompok-kelompok kecil (halaqoh) yang anggotanya berjumlah enam sampai 10 orang. Para peserta halaqoh ini biasanya adalah para mahasiswa baru, lebih disukai mereka yang pintar secara akademis namun buta (atau tidak peduli?) akan politik dan segala peraturannya. Dipimpin oleh seorang murobbi (pemimpin halaqoh), pada awalnya (tahun pertama) mereka cuma berdiskusi tentang yang ringan-ringan saja, misalnya ttg aqidah, fiqih, dsb. Memasuki tahun kedua, mereka mulai berdiskusi mengenai siyasih (ilmu politik) lalu selanjutnya ttg pentingnya khilafah islamiyah. Pada saat berdiskusi ttg siyasih, sang murobbi ini menjelekkan partai lain selain PKS dan menjelaskan keunggulan partai ini, misalnya: partai ini tidak prnah bermain 'politik uang', dsb. Para peserta halaqoh yang hatinya masih suci ini biasanya cuma manggut-manggut, entah karena mengerti ato pura-pura mengerti.
Kemudian memasuki tahun ketiga, para peserta halaqoh ini mulai 'didayagunakan' misalnya memasang bendera parpol di segala penjuru kota ketika musim pilkada atau pemilu tiba. Mereka menamakan event ini dengan sebutan 'sebar bendera'.
Artikel ini tidak bermaksud untuk menjatuhkan kredibilitas PKS didepan para kadernya. Namun artikel ini bertujuan untuk menyadarkan mereka yang berpolitik praktis agar kembali ke jalan yang benar. Bagaimanapun politik praktis ini secara tidak langsung telah mengurangi dan mencemari hakikat sebenarnya dari kegiatan halaqoh yaitu pelurusan dan pencerdasan umat melalui berdakwah. O iya, yang saya ceritakan ini berdasarkan pengalaman pribadi. Jadi wajar bila ada sedikit perbedaan dengan yang Anda alami bila Anda mengikuti kegiatan halaqoh. Maafkan bila ada kata-kata yang kurang berkenan. Wassamualaikum wr. wb.